Konferensi Pers Paslon Bertaji Pertanyaan Tunggal

BATURAJA,SAENEWS.COM.– Katanya momen pendaftaran Paslon di KPUD OKU terbuka untuk umum dan pers. Namun, pada hari terakhir, Kamis (29/8/2024) ada kejadian aneh.

Wartawan mendapatkan perlakuan tak bebas bertanya kepada pasangan Teddy Meilwansyah – Marjito Bachri (BERTAJI).

Kesempatan bertanya yang bagi kalangan pers untuk dapat sedikit mengorek ‘isi kepala’ kandidat terbatas.

Walhasil, tak banyak informasi mengenai ‘pernak-pernik’ terkait pencalonan duet paslon tersebut dalam mengarungi Pilkada 27 November mendatang.

Menurut Eko, dia tidak mendapat kesempatan bertanya, padahal Cabup Teddy Meilwansyah sudah memberikan kesempatan kepada insan pers.

“Ada pria berjas yang mengatakan sudah cukup. Sudah habis waktu,” ujar Eko via telpon kepada portal ini.

Ketika mau meminta mikropon kepada seorang pria yang diduga panitia (EO), malah Eko tak dapat kesempatan.

“Cukup.. cukup pak, selesai pak sesi pertanyaan,” begitu Eko menirukan ucapan pria berjas hitam.

Konferensi pers tersebut akhirnya ditutup hanya dengan satu pertanyaan yang dilontarkan satu wartawan.

 

Pertanyaan Tak Sampai

Anda mau menanyakan apa kalau mendapat kesempatan? Kata Eko dia sudah menyiapkan dua pertanyaan. Pertama, soal status ASN Cabup Teddy Meilwansyah apakah sudah mengundurkan diri atau belum?

Kedua, mengenai jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, mengingat ini kedepan akan terus sibuk dengan jadwal Pilkada. Bagaimana dia menjalankan tugasnya sebagai Kadin?

Namun sayang, pertanyaan itu belum terlontar karena tidak mendapatkan kesempatan waktu bertanya.

Ketua KPU OKU, Rahmad Hidayat, saat wartawan bertanya menjawab bahwa sesungguhnya wartawan mendapat ruang seluas-luasnya pada momen konferensi pers tersebut.

Nah, konferensi pers itu sendiri, jelas Rahmad, merupakan bagian dari fasilitasi proses pendaftaran. Pelaksananya adalah Event Organizer (EO).

Baca juga:  Dina Restika Dilantik sebagai Anggota DPRD OKU

Mengenai ada pria berjas hitam yang tak memberi ruang bertanya terhadap wartawan harian rakyat, Rahmad malah balik bertanya.

“Masa,??, Itu diluar sepengetahuan kami. Mungkin bukan EO yang membatasi. Dak mungkinlah,” katanya.

Kaku-nya momen konferensi pers paslon BERTAJI ini berbeda dengan momen konferensi pers YPN YESS di hari pertama pendaftaran (27/08/24).

Suasana konferensi pers YPN YESS waktu itu tampak hidup. Wartawan diberi banyak ruang untuk bertanya.

Namun begitu, hanya tiga wartawan saja yang melontarkan pertanyaan.

Adapun satu pertanyaan yang diajukan wartawan kepada BERTAJI, perihal target kemenangan.

Mengingat paslon tersebut diusung perahu besar. Yakni, 9 parpol parlemen dan 6 parpol non parlemen.

Teddy pun menjawab dengan nada optimis. Begini bunyinya;

“Teman-teman media bisa melihat partai-partai besar mengusung dan mendukung pasangan BERTAJI tentunya tidak main main, tentu melalui proses yang panjang, serta perhitungan yang matang dan ilmiah. Karena tidak mungkin partai-partai pengusung pendukung pasangan yang berpotensi untuk kalah,” katanya.

“Jadi Insya Allah 9 partai yang ada di parlemen dan 6 partai non parlemen menuju jalan kemenangan menjadi Bupati OKU dan Wakil Bupati OKU. Target kami tidak muluk-muluk yang penting menang, menang besar Insya Allah ya,” sambungnya. (Ep/and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *