Oleh: Apriandi, Jurnalis SAENEWS
JANJI Pj Bupati Ogan Komering Ulu, M Iqbal Alisyahbana tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilkada 2024 belum tertunaikan.
Pasca aksi demontrasi massa pada Agustus 2024 hingga sekarang Iqbal belum mengeluarkan edaran soal itu.
Justru yang ada para camat mengeluarkan edaran imbauan kepada kepala desa dan lurah untuk bertindak netral dalam Pilkada ini.
Sementara, warning bagi ASN terkhusus para kepala OPD, Camat dan pejabat setingkatnya belum muncul ke permukaan.
Padahal saat menerima massa yang menggelar aksi di depan rumah dinas Bupati OKU, Iqbal berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Kapan lagi kalau bukan sekarang? Jangan sampai massa ‘marah’ dan kembali aksi lagi.
“Kami menuntut janji Pj Bupati OKU Pak Iqbal soal netralitas ASN ini. Kami belum melihat sosialisasi edarannya,” ujar Hipzin yang orasi saat menggelar aksi Agustus 2024.
Sehingga kata Hipzin wajar jika masyarakat bertanya-tanya, apakah Iqbal benar-benar mengambil posisi netral. Atau justru memihak kepada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Indikasi dan peluang M Iqbal untuk bertindak memihak tentu terbuka lebar. Pertama, M Iqbal adalah mantan anak buah Teddy Meilwansyah di Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel.
Bahkan, pada saat pisah sambut di The Zuri Hotel beberapa waktu lalu, M Iqbal mengakuinya. Malah kata Iqbal bukan hanya pernah jadi anak buah Teddy.
Dia sudah menganggap Teddy lebih dari sekedar atasannya. Teddy adalah mentor (guru) dan panutannya.
Pernyataan inilah yang menambah kecurigaan bahwa M Iqbal sengaja dìtempatkan sebagai Pj Bupati OKU untuk memuluskan jalannya politik dìnasti di OKU.
Ingat Pj Bupati OKU M Iqbal adalah ASN yang bertugas menjalankan roda pemerintahan di OKU. Jangan sampai jabatan tersebut dìsalahgunakan.
Jangan Cawe-Cawe
Bukan hanya M Iqbal, istrinya Vina Aprilia yang juga menjabat Pj Ketua PKK OKU adalah ASN. Keduanya terikat dengan aturan yang ada.
Vina adalah ASN di Kantor Bapenda Sumsel yang dìperbantukan di salah satu UPT di OKU.
Baru baru ini menghadiri kegiatan Out Bond para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di lapangan Dodiklatpur Kemelak Bindung Langit.
Ini patut dìduga ada misi kampanye terselubung menggunakan fasilitas negara lapangan Dodiklatpur milik TNI.
Apalagi di acara itu hadir pula istri salah satu Cabup, Zwesty Karenia. Jelas ini merupakan tindakan cawe-cawe politik menjelang pelaksanaan Pilkada OKU.
Dan tidak satupun orang protes terhadap kegiatan ini. Oleh karenanya untuk mencegah hal-hal yang tak dìinginkan hendaknya M Iqbal selaku orang nomor 1 di OKU bertindak netral dan segera mengeluarkan edaran netralitas ASN.
Jangan sampai ada pembiaran-pembiaran terhadap tindakan cawe-cawe politik ini. Sehingga nantinya bisa membuat suhu politik di OKU tidak kondusif.
Jangan hanya soal Sekda OKU, Darmawan Irianto memenuhi undangan perayaan HUT RI ke-79 di Lubuk Batang Lama seakan jadi masalah besar.
Sementara kegiatan lainnya seolah ada pembiaran atau malah sengaja dìciptakan untuk menguntungkan salah satu pihak saja.
“Kalau pembiaran ini terus dìlakukan oleh pemangku kepentingan. Khususnya Pj Bupati OKU. Maka jangan salahkan jika ada perlawanan dari masyarakat OKU,” tegas Hipzin.
Dan jika Pj Bupati OKU M Iqbal tidak mengambil langkah bijak mengenai netralitas ASN ini.
Maka, wajar jika masyarakat berpendapat bahwa selama ini ASN memang tidak netral. Netralitas ASN, itu hanya pepesan kosong belaka. (*)












